STUDI KOMPARASI DATA EVAPOTRANSPIRASI PADA LYSIMETER TANAH GUNDUL DENGAN LYSIMETER TANAH BERUMPUT PADA TAHUN 2024 DI STASIUN KLIMATOLOGI SUMATERA SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.32520/ermp2w94Keywords:
evapotranspirasi, lysimeter, vegetasi, tanah gundul, tanah berumputAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat evapotranspirasi pada lysimeter tanah gundul dengan lysimeter tanah berumput di Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan pada tahun 2024. Metode penelitian dilakukan melalui pengukuran langsung menggunakan lysimeter, di mana data harian dicatat berdasarkan curah hujan, air siraman, dan air perkolasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evapotranspirasi pada tanah berumput cenderung lebih tinggi dibandingkan tanah gundul, terutama pada bulan April dan Mei, masing-masing tercatat 9,8 mm dan 6,3 mm pada tanah berumput, sedangkan tanah gundul hanya 6,3 mm dan 3,9 mm. Namun, pada bulan Juni terjadi anomali, di mana tanah gundul mencatat evapotranspirasi lebih tinggi (8,3 mm) dibandingkan tanah berumput (6,7 mm) akibat berkurangnya curah hujan yang meningkatkan evaporasi. Temuan ini menegaskan peran vegetasi dalam meningkatkan evapotranspirasi melalui proses transpirasi, serta memberikan gambaran penting bagi pengelolaan air pertanian.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.













