ANALISIS KESIAPAN PETANI SWADAYA DALAM MENGHADAPI RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN NO. 44 TAHUN 2020 TENTANG PENGELOLAAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN DITINJAU DARI ASPEK STATUS LAHAN, LEGALITAS DAN SUMBER BIBIT DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

  • Mulono Apriyanto Universitas Islam Indragiri
  • Muhammad Arpah Universitas Islam Indragiri
  • Amd Junaidi Universitas Islam Indragiri
Keywords: ISPO, Kelapa Sawit, Swadaya

Abstract

Salah satu upaya yang saat ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk
memastikan keberlanjutan pengembangan industri kelapa sawit adalah menciptakan
standar keberlanjutan yang disebut Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dalam
peraturan presiden no 44 tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menentukan nilai kemampuan petani swadaya kelapa sawit di Indragiri Hilir untuk
memenuhi standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan mengidentifikasi
masalah yang dihadapi dalam mencapai standar-standar ini. Evaluasi kemampuan
petani swadaya untuk mencapai standar ISPO dilakukan dengan metode audit, hasil
penilaian dari semua parameter yang ditetapkan sesuai dengan Prinsip, Kreteria dan
Indaktor. Kriteria dan Indikator yang terkandung dalam ketentuan ISPO kemudian
dinilai dalam satuan persen. Metode audit dilakukan secara analisis deskriptif
kuantitatif kesesuaian antara prinsip, kriteria dan indikator ISPO dengan
membandingkan pelaksanaan legalitas, organisasi dan pengelolaan, pengelolaan dan
pemantauan lingkungan yang diterapkan oleh petani swadaya. Kesiapan penerapan
ISPO pada petani sawdaya dengan melakukan penilaian terhadap empat prinsip, 20
kriteria dan 47 indikator. Dari 47 indikator yang ditetapkan pada persayaratan ISPO
pola swadaya, sebanyak 58,94% indikator ISPO belum pernah dijalankan petani
swadaya dan sebesar 42,06 % indikator ISPO sudah ada petani yang menjalananya.
Dari indikator ISPO yang sudah dijalankan petani swadaya, hanya dijalankan oleh
sebahagian kecil petani swadaya.

Published
2019-05-14
Section
Articles