PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN SULFIT DAN PENGASAPAN BELERANG TERHADAP MUTU KOPRA PUTIH DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

  • Mulono Apriyanto Fakultas Pertanian UNISI
  • Rujiah Rujiah Pascasarjana UIR
Keywords: kopra, belerang, kopra putih dan kabupaten indragiri hilir

Abstract

Pada umumnya petani kopra di Propinsi Riau melakukan pengeringan dengan pengasapan langsung atau pengeringan dengan panas api. Pada pengeringan ini, kopra yang dihasilkan dibawah standar mutu yang ditetapkan, dengan ciri-ciri : berwarna coklat, berbau asap, kadar air yang cukup tinggi sekitar 15 - 22% sehingga mudah terserangan mikroorganisme. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan teknologi pengeringan kopra dengan menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi yaitu berupa tunel pengering dengan atap dan dinding terbuat dari plastik terpal kembes (warna biru).
Alat pengering dirakit dan dicobakan di Desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau pada bulan Oktober-Desember 2018. Penggunaan bubuk belerang tampaknya meningkatkan kualitas kopra diproduksi dan lebih hemat dibandingkan penggunaan batok kelapa sebagai sumber bahan bakar. Penambahan bubuk belerang semakin terbukti kualitas kopra putih.

Published
2019-11-25
Section
Articles