PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT (Studi Kasus pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul, Riau)

  • Melisa Universitas Islam Indragiri
  • Mulono Apriyanto Universitas Islam Indragiri
Keywords: limbah kelapa sawit, BOD, COD

Abstract

Proses produksi pengolahan tandan segar sawit menjadi minyak sawit (Crude Palm Oil) menghasilkan limbah yang cukup banyak, baik dari limbah cair maupun limbah padat. Limbah tersebut berpotensi merusak lingkungan perairan. PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang terdapat di Provinsi Riau. Pengolahan limbah cair pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul menggunakan 10 kolam sebagai medianya. Setiap kolam memiliki fungsi yeng berbeda-beda. Limbah yang keluar dari Apolo Tank pertama kali dialirkan ke kolam nomor 1, di kolam ini limbah cair didinginkan kemudian dialirkan ke kolam 2, 3, 4, dan 5, secara berurutan. Pada kolam 2, 3, 4, dan 5, limbah diproses secara anaerob untuk menurunkan kadar BOD. Setelah dari kolam 5, limbah dipompakan ke dalam kolam 6 untuk proses fakultatif yang bertujuan untuk menurunkan BOD dan COD. Setelah itu, limbah dipompakan ke kolam 7, 8, dan 9 secara berurutan. Pada kolam 7, 8, dan 9, limbah diproses secara aerob yang bertujuan untuk mengubah limbah menjadi stabil dan tidak memberikan dampak pencemaran lingkungan. Kemudian limbah dipompakan ke kolam 10 untuk diendapkan kotorannya sebelum dibuang ke perairan bebas. Hasil pengujian laboratorium, didapatkan kadar COD dan BOD pada PT. Tribakti Sarimas PKS  Ibul, masing-masing 319 mg/L dan 43 mg/L. Hasil ini telah memenuhi syarat baku mutu limbah cair yang terdapat pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014.

Published
2020-11-30
Section
Articles