ABAH LUKMANUL HAKIM TOKOH ISLAM KONTROVERSIAL DI KALANGAN UMAT ISLAM INDRAGIRI HILIR RIAU PADA TAHUN 1970-AN

  • A. Muthalib Universitas Islam Indragiri
Keywords: Abah Lukman Tokoh Kontroversial

Abstract

Abah Lukmanul Hakim (Abah) ketika mudanya pernah mengenyam pendidikan di Mekkah, sekembalinya ke tanah air Abah mengajar agama kepada masyarakat di sekitarnya, disamping mengajar, dia juga bertani kelapa. Ketika semua jenis pertanian masayarakat di tempat tinggal Abah (Seberang Pasar Enok Inhil) sering dimangsa oleh gerombolan (babi-babi hutan), sehingga hasil pertanian mereka otomatis menurun. Abah melihat kondisi yang sangat merugikan tersebut, dia berinisiatif memelihara anjing dengan tujuan, agar semua jenis tanam-tanaman di kebun mereka bisa “aman.” Namun langkah Abah itu sepontan mendapat respon dari masyarakat, dengan kata-kata yang “tidak layak” terhadap Abah, tetapi di antara mereka itu tidak ada yang berani berhadapan langsung dengan Abah, mereka beranggapan bahwa Abah Lukman “salah dalam mengambil langkah,” kenapa memelihara anjing ? sementara dia sendiri nota-bene alumni Mekkah ?!

Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari apa yang dipersoalkan di tengah masyarakat Inhil tersebut di atas. Dalam penelitian ini menemukan jawaban bahwa seorang muslim ternyata boleh hukumnya memelihara anjing, selama ada hajat tertentu. Misalnya, pelihara anjing untuk kepentingan berburu, menjaga hewan ternak, dan menjaga tanam-tanaman (kebun). Berdasarkan temuan ini, umat Islam tidak dilarang memelihara anjing.Justru hukum Islam itu flexibel, ketika kondisi normal (tanpa ada alasan tertentu) memelihara anjing hukumnya haram, akan tetapi ketika kondisi tidak normal, maka hukum pelihara anjing boleh. Jadi apa yang dilakukan Abah tersebut secara tidak langsung dia ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat dengan cara halus, bahwa dalam menyikapi setiap fenomena itu jangan selalu berfikir dalam kondisi normal, tetapi kita juga harus melihat kondisi tidak normal, bagaimana hukum Islam itu memberikan alternatif. Sebagaimana diketahui masyarakat kita banyak yang bekerja di sektor perkebunan. Oleh karena itu, kita wajib mengetahui persoalan ini, jika tidak ? “su uzzhan” (buruk sangka) masyarakat Inhil terhadap Abah Lukman tempo dulu bukan tidak mungkin akan kembali terjadi masa mandatang.

References

Al-Qur’an al-Karim,
Al-Haditsun Nabawi,
Jurnal
Jurnal Komunika, Vol. 9, No. 1, Januari - Juni 2015,
Jurnal Hukum, Vol 11. No. 27 September 2004,
Koran
Republika.co.id, Jakarta, Senin 20 Apr 2020,
Republika.co.id, Jakarta,Kamis 18 Jun 2020,
Republika.co.id, Jakarta, Ahad, 30 Agus 2020,
Republika.co.id, Jakarta, Selasa, 27 Oct 2020,
Republika.co.id, Jakarta, Ahad, 12 Dec. 2020,

Skiripsi
Dinawati, Hukum Kepemilikan Anjing Menurut Imam Syafi’i,
(Studi Kasus Desa Belukur Makmur Kecamatan
Rundeng Kota Subulussalam Aceh),
Nur Ashlihan Mansur, Pemeliharaan Anjing dalam perspektif Hadis, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Susi Rahmawati, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemeliharaan Anjing
Bagi Seorang Muslim,

Buku
Abbas al-Jamaliy, Ismail Abdu, Ihtiyāṭ wa Qawaid al-Ushuliyyah, Amman: Dar al Nafais, 2018,
Atjeng Achmad Kusaeri, “Ulama”, dalam Nina M. Armando, ed., Ensiklopedi Islam, Vol. 7, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 2005,
Azyumardi Azra, Pendidikan Islam (Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III), Jakarta: Kencana, 2014,
Moh. Mufid, Fikih Untuk Milenial (Beberapa Masalah Fikih Untuk Generasi Muda di Era Digital), Jakarta: Gramedia, Anggota IKAPI, 2020,
Moh. Rifai,Ilmu Fiqih Islam Lengkap, Semarang: PT. Karya Toha Putra
Semarang,2016.
Sahriansyah, Ibadah dan Akhlak. Cet. I; t.t: IAIN Antasari Press, 2014.
Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2006,

Daftar orang-orang yang diwawancarai:
- Asy’ari, Putera Abah Lukmanul Hakim,
- Saibah, Putri Abah Lukmanul Hakim,
- Jailani, Cucu Abah Lukmanul Hakim,
- Nawawi (Pak Iwau), Murid Abah Lukmanul Hakim,
- Abdurrahman, Murid Abah Lukmanul Hakim,
- Darkasi (Cik Kasi), Murid Abah Lukmanul Hakim,
- Muhammad Kusasi (Busu Alui), Murid Abah Lukmanul Hakim,
- Jamhur, Murid Abah Lukmanul Hakim,
- Ardiansyah, Murid Abah Lukmanul Hakim,dan
- Muhammad As’ad, Murid Abah Lukmanul Hakim.
Published
2022-04-30
How to Cite
MuthalibA. (2022). ABAH LUKMANUL HAKIM TOKOH ISLAM KONTROVERSIAL DI KALANGAN UMAT ISLAM INDRAGIRI HILIR RIAU PADA TAHUN 1970-AN. EDUKASI, 10(1), 1-16. https://doi.org/10.32520/judek.v10i1.1969