HADIS TENTANG RISYWAH DAN HADIAH
DOI:
https://doi.org/10.32520/ptzbz267Kata Kunci:
Hadiah, Risywah, Sogok, SuapAbstrak
Fenomena pemberian berkedok hadiah tidak jarang dengan tujuan riswah atau sogok maupun suap menjadi perhatian banyak kalangan. Umat Islam diharapkan mampu menempuh jalur yang sesuai dengan ajaran Islam dengan mengetahui mana yang disebut hadiah, sebaliknya menghindari risywah. Risywah yang condong negatif, berbeda dengan hadiah yang dianggap sebagai penghargaan atau pemberian atas kebaikan seseorang yang bernilai positif. Namun pemberian hadiah yang berhubungan dengan kepentingan-kepentingan tertentu akan condong bernilai negatif. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa risywah atau sogok maupun suap bukan sebuah kejahatan, hanya sebatas kesalahan kecil. Walaupun mengetahui bahwa risywah terlarang, namun mereka tidak peduli dengan larangan tersebut, terlebih dikarenakan mengetahui keuntungan yang akan didapatkan. Lebih jauh risywah terkadang dianggap sebagai hadiah atau tanda terima kasih, atau imbalan jasa atas bantuan yang telah diberikan, sehingga tidak menyadari kesalahan atau pelangaaran yang mengarah pada kejahatan. Dengan tujuan umat memahami dan mengerti dengan baik, hinggamampu memilih jalan sesuai ajaran Islam diperlukan kajian mendalam. Sejauh mana batasan pemisah antara risywah dan hadiah ditinjau dari hadis-hadis Rasulullah Saw. Risywah yang haram atas orang yang mengambil dan yang memberikannya, ataupun risywah untuk meluruskan suatu perkara dengan meminta penguasa menolak kemudaratan berupa ancaman atas diri atau harta seorang muslim.
Referensi
Al-Baihaqi, Abu Bakar Ahmad bin Husain. Sunan al-Baihaqi al-Kubra. (Makkah al-Mukarramah: Maktabah Dar al-Baz, 1994/1414 H)
Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari. (Beirut: Dar Ibn Katsir al-Yamamah, 1987/1407 H)
An-Nawawi, Abu Zakaria Muhyiddin. Raudhatuth Thalibin. (Beirut: Maktabah al-Islamiyah, 1405 H)Asy-Syaukani, Muhammad bin Ali. Nailul Authar. (Beirut: Dar al-Jail, 1973)
At-Turmuzi, Muahammad bin Isa. Sunan at-Turmuzi. (Beirut: Dar Ihya at-Turats al-‘Arabi, tt)
Abu al-‘Ula, Muhammad bin Abdurrahman. Tuhfatul Ahwazi. (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, tt)
Al-Qurthubi, Abu Abdullah Muhammad bin Muhammad. Tafsir al-Qurthubi. (Kairo: Dar asy-Sya’b, 1372 H)
Amin, Muhammad. Hasyiyah Ibn Abidin. (Beirut: Darul Fikri, 1386 H)
Ibn Katsir, Ismail bin Umar al-Qusyairi. Tafsir Ibn Katisir. (Beirut: Darul Fikri, 1401 H)
Ibn Manzhur, Muhammad bin Mukarram. Lisanul Arab. (Beirut: Dar Ihya’ at-Turats, 2010)
Ibn al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih. Syarah Riyadhus Sholihin. (tk: Darus Sunnah, 2008)
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Syahadah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Keislaman

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



