Orientalist Methodology in Qur’anic Studies: A Historical Study and Its Development
DOI:
https://doi.org/10.32520/4myjgn68Kata Kunci:
Sejarah, Orientalisme, Al-Qur’anAbstrak
Orientalisme merupakan permasalahan yang telah lama muncul seiring perkembangan filologi, ekonomi, bahkan politik. Orientalisme telah menjadi sorotan yang tajam, bahkan bisa disebut serangan yang tajam dari sejumlah orang Timur. Orientalisme memang bukan kajian yang objektif dan tidak memihak Islam dan kebudayaannya; Kajian ini tidak bertujuan untuk mendapatkan hasil yang baik dan orisinal melainkan hanya rencana jahat yang terorganisasikan untuk menghasut para pemuda, agar pemberontakan pada agama mereka, dan mencemooh semua warisan sejarah Islam dan kebudayaannya sebagai warisan yang tidak berguna. Oleh karena itu perlu diketahui sejarah perkembangan orientalisme dalam Al-Qur'an. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah penelitian deskriptif analisis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Periode perkembangan orientalisme terbagi menjadi tiga. Pertama , masa sebelum meletusnya perang salib atau masa keemasan dunia Islam. Kedua , masa perang salib sampai masa pencerahan di Eropa. Ketiga, munculnya masa pencerahan di Eropa sampai sekarang.
Referensi
Al-Juhni, Mani’ bin Hammad. Al-Mausu’ah al-Muyassarah Fi al-Adyan Wa al-Mazahib Wa al-Ahzab al-Mu’asharah. Dar al-Nadwah al-’Alamiyyah, 1997.
Baihaki, Egi Sukma. “Orientalisme Dan Penerjemahan Al-Qur’an.” Ilmu Ushuluddin 16, no. 1 (2017).
Fadal, Kurdi. “Pandangan Orientalis Terhadap Al-Qur’an.” Religia: Jurnal Ushuluddin STAIN Pekalongan 14, no. 2 (2011).
Idri. Hadis Dan Orientalis: Perspektif Ulama Hadis Dan Orientalis Tentang Hadis Nabi. Kencana, 2017.
Idri. “Perspektif Orientalis Tentang Hadis Nabi.” Al-Tahrir 11, no. 1 (2011).
Irdawati, Siti Hotiza, and Syahrul Mubarak. “Nalar Pikir Orientalis Terhadap Kajian Al-Qur’an: Telaah Atas Metodologi John Wansbrough.” Jurnal Riset Agama 4, no. 1 (2004).
John Wansbrough. Quranic Studies: Sources and Methods of Scriptural Interpretation. Vol. 31. London Oriental Series. Oxford University Press, 1997.
Khoeron, Moh. “Kajian Orientalis Terhadap Teks Dan Sejarah Al-Qur’an.” Suhuf 3, no. 2 (2010).
Muhammad Amin Bani ‘Amir. Al-Mustasyriqun Wa al-Qur’an al-Karim. Dar al-Amal, 2011.
Muhsin, Abdurradhi Muhammad Abdul. “Madza Yurid Al-Gharb Min al-Qur’an?” Majallah Al-Bayan (Riyadh), 2006.
Nasir, St. Magfirah. “Sejarah Perkembangan Orientalisme.” Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Dan Kemasyarakatan 3, no. 2 (2021).
Rahim, Abd. “Sejarah Perkembangan Orientalisme.” Hunafa: Jurnal Studi Islamika 7, no. 2 (2010).
Safitri, Lis. “The Message of The Qur’an Karya Muhammad Asad: Kajian Metodologi Terjemah Dan Tafsir.” MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 4, no. 2 (2019).
Said, Edward W. Orientalism. Pantheon Books, 1978.
Sale, George. The Koran: Commonly Called the Alcoran of Mohammed. C. Ackers, 1734.
Utami, Wahyu. “Sejarah Perkembangan Pemikiran Orientalisme Edward W. Said (1935-2003).” Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2019.
Yusup, Andi Asdar. “Metode Bibel Dalam Pemaknaan Al-Qur’an (Kajian Kritis Terhadap Pandangan Orientalis).” Hunafa: Jurnal Studi Islamika 13, no. 1 (2016).
Zarkasyi, Hamid Fahmy. “Tradisi Orientalisme Dan Framework Studi Al-Qur’an.” Jurnal Tsaqafah 7, no. 1 (2011).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Syahadah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Keislaman

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



