KONSEP POLIGAMI MENURUT MUTAWALLI AL-SYA’RAWI DALAM TAFSIR AL-SYA’RAWI (Suatu Kajian Tafsir dan Metodologi)
DOI:
https://doi.org/10.32520/tar56d42Keywords:
Poligami, Penafsiran, al-Sya’rawi.Abstract
Poligami menjadi salah satu tema yang digarisbawahi oleh kaum pembaharu untuk dikontekstualisasikan berdasarkan perkembangan zaman. Hukum poligami yang semula boleh, kini kebolehannya menjadi hal yang tabu untuk dikatakan. Bahkan hukum poligami dideklarasikan menjadi haram karena para lelaki modern saat ini dinilai tidak mampu berlaku adil yang mana hal itu menjadi syarat utama dalam berpoligami. Dalam hal ini, al-Sya’rawi dalam kitab tafsirnya menolak pandangan tersebut dan menyatakan bahwa sekiranya seorang laki-laki tidak mampu berlaku adil, maka hukum poligami tetap ada dan tidak dihapuskan. Maka penelitian ini akan membahas tentang bagaimana konsep poligami menurut al-Sya’rawi dalam kitab tafsirnya dan bagaimana penafsiran al-Sya’rawi pada ayat-ayat poligami. Dengan menggunakan metode kepustakaan, metode deskriptif-analitis, dan pendekatan tafsir tematik, penelitian ini berkesimpulan pada dua hal yaitu hukum poligami dan keadilan dalam poligami menurut al-Sya’rawi. Pertama, hukum poligami menurut al-Sya’rawi harus diambil secara keseluruhan, yaitu kebolehannya dan berlaku adil. Kerusakan akibat poligami sebenarnya terjadi karena hanya memperhatikan hal pertama dan mengabaikan hal kedua. Kedua, manusia mampu berlaku adil dalam hal-hal zhahir, namun tidak dengan kecenderungan hati. Dalam keadilan zhahir itu harus diusahakan sekuat tenaga sehingga tercipta rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.
References
al-’Ainanin, S. A. (1995). Al-Sya’rawi Alladzi La Na’rifuhu. Kairo:
Akhbar al-Yaum.
al-Maraghi, A. M. (1946). Tafsir al-Maraghi (Cetakan ke-1). Mesir:
Maktabah Musthafa al-Babi al-Halabi.
al-Qurthubi, M. (1964). Tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Kairo:
Dar al-Kutub al-Mishriyyah.
al-Rumi, F. bin A. al-Rahman. (2008). Buhûts fi Ushûl al-Tafsîr wa
Manâhijuhu. Riyadh: Maktabah Taubah.
al-Thabari, I. J. (2001). Tafsir al-Thabari Jami’ al-Bayan (Cetakan
ke-1). Mesir: Dar al-Hijr.
al-Zahabi, H. (2003). Al-Tafsîr wa al-Mufassirûn. Kairo: Maktabah
Wahbah.
al-Sya’rawi, M. M. (1991). Tafsir al-Sya’rawi. Kairo: Majma’ al-
Buhuts al-Islamiyyah.
Amrullah, A. A. (2003). Tafsir al-Azhar. Singapura: Pustaka
Nasional.
Azizah, N. (2015). PEMIKIRAN HAMKA TENTANG POLIGAMI
DALAM TAFSIR AL-AZHAR. Yurisprudentia: Jurnal Hukum
Ekonomi, 1(1), 100–110.
Husaini, A., & al-Baghdadi, A. al-Rahman. (2007). Hermeneutika
dan Tafsir al-Qur’an (Cetakan ke-1). Jakarta: Gema Insani.
Iyazi, M. A. (1372). Al-Mufassirun Hayatuhum wa Manahijuhum.
Iran: Wizarah al-Tsaqafah wa al-Irsyad al-Islamy.Katsir, I. (2000). Tafsîr al-Qur’an al-Azhîm (Cetakan ke-1). Mesir:
Maktabatu Aulâd al-Syaikh li al-Turâts.
Malkan, M. (2012). TAFSIR ASY-SYA’RAWI. Al Qalam, 29(2), 191–
214. https://doi.org/10.32678/alqalam.v29i2.862
Mohammad, H. (2006). Tokoh-tokoh Islam yang berpengaruh abad
20 (Cet. 1). Jakarta: Gema Insani.
Nil, H. A. al-Hamid. (2004). Imam al-Du’at: Qishatu Hayati al-Syaikh
Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi. Beirut: Dar al-Qalam.
Pasya, H. (2017). Studi Metodologi Tafsir Asy-Sya’rawi. Studia
Quranika, 1(2), 145–160. https://doi.org/10.21111/
studiquran.v1i2.841
Ridha, M. R. (1947). Tafsir al-Qur’an al-Hakim (Cetakan ke-2).
Kairo: Dar al-Manar.
Shihab, Q. (2005). Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan Dan Keserasian
al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
Yakin, A. U. (2016). Islam moderat dan isu-isu kontemporer:
Demokrasi, pluralisme, kebebasan beragama, non Mulsim,
poligami, dan jihad (Cetakan ke-1). Rawamangun, Jakarta:
Kencana.
Zarkasyi, H. F. (2020). Minhaj: Berislam Dari Ritual Hingga
Intelektual. Jakarta: INSISTS.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Syahadah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Keislaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



