PERBEDAAN TINGKAT PENGEMBALIAN PINJAMAN PADA PROGRAM SPP DI KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG DAN BATANG ANAI

  • DETY LAFERA Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) Padang
  • PUGUH SETIAWAN Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Keywords: Women Revolving Fund, Non Performing Loan, Activity Management Unit

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengembalian pinjaman bermasalah pada kegiatan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) pada Kecamatan Batang Anai dan Kecamatan 2x11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Untuk mengukur tingkat pengembalian yang mengalami masalah pada kegiatan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) adalah dengan menggunakan formula Non Perforfing Loan (NPL) dimana NPL adalah rasio untuk mengukur kualitas pinjaman dengan menggunakan perbandingan antara pinjaman bermasalah dengan total pinjaman yang diberikan. Besarnya NPL yang diperbolehkan saat ini adalah maksimal 5%. Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) adalah bantuan modal kerja bagi masyarakat miskin agar dapat meningkatkan produktivitas perekonomiannya, dimana SPP ini merupakan Program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MPd). Teknik analisa data yang digunakan yaitu Model Uji t (t-test) untuk t sample bebas. Hasil pengujian hipotesis dengan pengujian Independent Samples Test menunjukkan bahwa untuk variabel NPL, mempunyai nilai t-hitung yang lebih besar dari t-tabel sebesar 1,8331. Disamping itu tingkat signifikansinya 0,014 lebih kecil dari 0,05, hal ini berarti berdasarkan NPL, terdapat perbedaan tingkat pengembalian pinjaman yang sangat signifikan antara kegiatan SPP Kecamatan Batang Anai dan Kecamatan 2x11 Enam Lingkung. Artinya, Kecamatan Batang Anai memiliki tingkat pengembalian yang lebih buruk dibanding Kecamatan 2x11 Enam Lingkung. NPL yang terlalu besar memberikan indikasi semakin rendahnya kemampuan UPK dalam mengendalikan pinjaman

Published
2021-01-31
Abstract viewed = 109 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 70 times