RESISTENSI KEPIK COKLAT (Riptortus linearis) TERHADAP JENIS INSEKTISIDA BRANTAS 25 EC PADA TANAMAN KACANG PANJANG

  • Oky Magdalena Bunga Program Studi Agroteknologi Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Yonce M. Killa Program Studi Agroteknologi Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Suryani K.K.L Kapoe Program Studi Agroteknologi Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
Keywords: Kepik coklat, kacang panjang, brantas 25 EC

Abstract

Kepik coklat (Riptortus linearis) merupakan hama utama pada tanaman kacang panjang, adapun cara hama R. linearis merusak tanaman kacang panjang dengan cara R. linearis menusuk stiletnya ke dalam polong dan biji, sehingga polong dan biji kacang panjang dapat gugur dan biji keriput. Populasi hama R. linearis pada semua stadium, dapat berpotensi merusak polong kacang panjang, untuk itu para petani melakukan tindakan pengendalian secara kimia yaitu dengan menggunakan penyemprotan insektisida kimia untuk mengendalikan hama, namun dalam pengendalian yang tidak efektif dapat mengalami resistensi hama, sehingga terjadinya kegagalan dalam pengendalian, selain itu dapat mengalami residu dan resurjensi. Saat ini belum terdapat data, terkait evaluasi resistensi hama R. linearis terhadap penggunaan insektisida kimia di Kabupaten Sumba Timur. Oleh karena itu, perlu di lakukan penelitian tentang uji resistensi hama R. linearis terhadap insektisida kimia (Brantas 25 EC) di laboratorium. Hasil penelitian meenunjukan bahwa aplikasih insektisida kimia brantas 25 EC, pada hama R. linearis dengan konsentrasi 0,25 ml/l, 0,5ml/l, 0,75 ml/l, 1,00ml/l dan 1,25ml/l dapat di lihat mortalitas R. linearis dalam waktu 24 jam, dengan mengakibatkan mortalitas tertinggi 66%. Hasil penelitian Estimated resistance ratio (ERR), menunjukan bahwa aplikasih insektisida kimia terhadap R.linearis dengan LC50, dapat mengakibatkan resistensi tertinggi yaitu 3,44% pengamatan dilakukan 28 jam setelah aplikasih insektisida kimia brantas 25 EC.

Published
2022-01-13
Abstract viewed = 13 times
PDF downloaded = 12 times