Analisis Tingkat Kesehatan Bank MegaMenggunakan Metode RGEC Tahun 2020-2024
Kata Kunci:
RGEC, tingkat kesehatan bank, NPL, LDR, GCG, ROA, ROE, BOPO, CARAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan PT. Bank Mega Tbk selama periode 2020–2024 menggunakan metode RGEC yang terdiri dari Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari IDX berupa laporan keuangan tahunan dan laporan tata kelola perusahaan. Populasi penelitian ini adalah data laporan keuangan tahunan PT Bank Mega Tbk selama lima tahun ( 2020-2024 ) pengambilan sampel dengan menggunakan sampling jenuh yang mengambil keseluruhan populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Mega memiliki profil risiko yang sangat sehat, ditandai oleh nilai NPL yang rendah dan LDR yang optimal. Dari sisi earnings, rasio ROA, ROE dan BOPO berada pada kategori sehat, meskipun ROE mengalami penurunan pada tahun 2024. Kecukupan modal juga sangat kuat karena nilai CAR jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator. Sementara itu, GCG secara umum berada pada peringkat 2 kategori sehat, meskipun sempat menurun pada tahun 2023 pada peringkat 3 dan kembali membaik pada tahun 2024. Secara keseluruhan, nilai komposit RGEC Bank Mega berada pada PK-1, yang menunjukkan kondisi bank sangat sehat selama periode 2020–2024.
Referensi
[1] N. Maulidia, “analisis kinerja keuangan bank di masa pandemi covid-19 pada bank bumn yang terdaftar di bursa efek Indonesia,” 2021, Universitas Brawijaya.
[2] H. T. Lestari, S. Setiawan, and F. A. Tripuspitorini, “Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, dan Capital dalam Memprediksi Financial Distress pada Bank Umum Syariah di Indonesia,” JAE (Jurnal Akunt. dan Ekon., vol. 5, no. 2, pp. 100–111, 2020.
[3] P. A. Maramis, “Analisis tingkat kesehatan bank dengan metode RGEC (risk profile, good corporate governance, earning, capital) pada PT. Bank Mandiri (persero) periode 2015-2018,” J. Pembang. Ekon. Dan Keuang. Drh., vol. 20, no. 4, 2020.
[4] M. R. Nansi, M. E. Natalia, and N. R. Rohman, “Pemulihan ekonomi biru Indonesia pasca pandemi,” Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 4, no. 2, pp. 6992–7001, 2024.
[5] S. F. Anugrah and S. I. Rosita, “Penyusunan Laporan Keuangan PT. Simpul Tali Indonesia Berdasarkan SAK EMKM,” J. Apl. Bisnis Kesatuan, vol. 2, no. 1, pp. 1–18, 2022, doi: 10.37641/jabkes.v2i1.1346.
[6] A. P. Nisa and B. Astuti, “Literatur review: Pentingnya laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan,” J. Akuntansi, Keuangan, Perpajak. dan Tata Kelola Perusah., vol. 2, no. 2, pp. 646–654, 2024.
[7] A. D. Cahyani and E. Sulistyowati, “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Kepemilikan Institusional, Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan,” J. Ilmu dan Ris. Akuntans, vol. 12, no. 10, pp. 01–18, 2023.
[8] G. Ardhia Adhnin, S. Nur, I. Safira, I. Lutfiyatul, and L. Khairunnisa, “Regulasi Pengawasan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dalam Sistem Perbankan di Indonesia,” J. Huk. dan Kewarganegaraan, vol. 7, no. 7, pp. 1–9, 2024.
[9] H. Herawati, “Pentingnya laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan,” JAZ J. Akunt. Unihaz, vol. 2, no. 1, pp. 16–25, 2019.
[10] N. Hanifah, “Analisis Laporan Keuangan PT Krakatau Steel Tbk Tahun 2017—2020,” 2022, Politeknik Keuangan Negara STAN.
[11] W. Sari, “Kinerja Keuangan,” PUBLIS PENERBIT UNPRI Press, vol. 1, no. 1, 2021.
[12] I. Fahmi, “Analisis kinerja keuangan: panduan bagi akademisi, manajer, dan investor untuk menilai dan menganalisis bisnis dari aspek keuangan,” 2012.
[13] Y. A. E. Sutrisno and A. Riduwan, “Pengaruh ukuran perusahaan, umur perusahaan, kepemilikan institusional, dan kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan perusahaan,” J. Ilmu dan Ris. Akunt., vol. 11, no. 11, 2022.
[14] D. A. Setyawan, “Konsep Dasar Penelitian Ilmiah,” Indones. J. Heal. Ecol., vol. 16, no. 1, 2016.




