Peran Kelompok Tani Dalam Usahatani Padi Sawah di Desa Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir
DOI:
https://doi.org/10.32520/qkvng682Abstract
Sektor pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian Nasional, mewujudkan ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja, agroindustri dan ekspor komoditas pertanian. Kelompok tani adalah kumpulan petani untuk mencapai tujuan bersama, berbagi informasi, teknologi dan sumberdaya serta sarana untuk memperjuangkan kepentingan. Desa Sanglar merupakan wilayah potensial penghasil padi sawah di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan sawah pasang surut seluas 790 hektar, 17 kelompok tani dengan anggota 530 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok tani dalam usahatani padi sawah di Desa Sanglar, berdasarkan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, responden dipilih secara ditentukan yaitu petani dengan garapan minimal 1 hektar dan merupakan pemilik lahan. Menggunakan data primer dan sekunder, pengumpulan data dengan observasi, wawancara, kuesioer dan dokumentasi. Analisa data dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata peran kelompok tani dalam usahatani padi sawah di Desa Sanglar termasuk kategori sangat berperan (83,13%). Nilai rata-rata tertinggi yaitu pada peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama (85,25%), dan yang terendah pada peran kelompok tani sebagai unit produksi (81,72%).
The agricultural sector is very strategic in supporting the national economy, realizing food security, employment, agro-industry and export of agricultural commodities. Farmer groups are groups of farmers to achieve common goals, share information, technology and resources and means to fight for interests. Sanglar Village is a potential area for producing paddy fields in Indragiri Hilir Regency, with tidal rice fields covering an area of 790 hectares, 17 farmer groups with 530 members. This study aims to determine the role of farmer groups in paddy farming in Sanglar Village, based on their function as learning classes, cooperation facilities and production units. The sampling technique used purposive sampling, respondents were selected in a determined manner, namely farmers with a minimum cultivation of 1 hectare and are land owners. Using primary and secondary data, data collection through observation, interviews, questionnaires and documentation. Data analysis using a quantitative descriptive approach. The results of this study indicate that the average value of the role of farmer groups in paddy farming in Sanglar Village is included in the very important category (83.13%). The highest average value is in the role of farmer groups as a means of cooperation (85.25%), and the lowest is in the role of farmer groups as production units (81.72%).
References
BPS. (2023). Luas Panen, Produktivitas Dan Produksi Padi Menurut Kabupaten/Kota Di Provinsi Riau, 2023.
Fahmid, I. M., Subagyono, K., Kariyasa, I., Mardianto, S., Wahyudi, Agustian, A., et al. (2022). Strategi Kebijakan Pembangunan Pertanian Meningkatkan Peran Sektor Pertanian Ditengah Pandemi Covid-19. Bogor: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Irayanti, E. (2019). Strategi Pengembangan Usahatani Kacang Tanah (Arachis hypogea L) di Desa Batang Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba. Skripsi, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
https://digilib.unismuh.ac.id/dokumen/detail/8190/
Ismanto, B. (2022). Peran Guru bimbingan dan Konseling Dalam Pengembangan Bakat Minat dan Potensi Peserta didik di SMP Negeri 12 Bandar Lampung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam,Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Raden Intan, Lampung.
https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint
Junaedi. (2024, Agustus 2). Kelompok tani, Peran dan Kegiatan Kelompok tani Dalam Meningkatkan Pertanian Desa Tampingan. Retrieved 10 11, 2024, from Desatampingan.magelangkab.id:
Kementerian Pertanian. (2020). Recana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024. Jakarta: Menteri Pertanian Republik Indoesia.
Nabilah, W. P., Mappasomba, M., & Salahuddin. (2024). Peran Penyuluh Pertanian Dalam Meningkatkan Kapasitas Petani Padi Sawah di Kelurahan Ngkaring-Ngkaring Kecamatan Bungi Kota Baubau. JIPPM ( Jurnal Ilmiah Penyuluhan dan Pengembangan Masyarakat, 4 (2), 206-215. DOI : https://doi.org/10.56189/jippm.v4i2.28
Peraturan Menteri Pertanian No.67. (2016) tentang Pembinaan Kelembagaan Tani.
Prasetyo, P. E. (2024). Programa Penyuluhan Pertanian Desa Sanglar, Kecamatan Reteh. Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Pulau Kijang.
Riani, Zuriani, Zahra, H., & Hafzin. (2021). Fungsi Kelompok tani Pada Usaha Padi Sawah di Gampong Uteun Bunta, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireun. Agrifo, 6(1), 23-30. DOI : https://doi.org/10.29103/ag.v6i1.4941
Setiawan, Y., Lestari, E., & Suwarto. (2023). Peran Kelembagaan Pertanian Dalam Pengembangan Usahatani Biofarma (Studi Kasus di Desa Trosono Kecamatan Parang Kabupaten Magetan). Jurnal Agritexts, 47(2), 79-87. DOI: https://doi.org/10.20961/agritexts.v47i2.90523
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alphabet.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL AGRIBISNIS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






