ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH KOPRA PUTIH DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

  • Rocky Nurhadi Program Studi Agribisnis Universitas Islam Indragiri
  • Yuslizar Program Studi Agribisnis Universitas Islam Indragiri
  • Gunawan Syahrantau Program Studi Agribisnis Universitas Islam Indragiri
Keywords: Kopra Putih, Nilai Tambah, Efisiensi

Abstract

Harga kelapa yang tidak stabil menyebabkan petani melakukan usaha alternatif yaitu mengolah buah kelapa menjadi produk turunan yaitu kopra putih. Usaha ini memberikan nilai tambah bagi petani kelapa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui besar penerimaan dan pendapatan usaha kopra putih di Kabupaten Indragiri Hilir, (2) untuk mengetahui berapa tingkat efisiensi usaha kopra putih di Kabupaten Indragiri Hilir, (3) untuk mengetahui nilai tambah usaha kopra putih di Kabupaten Indragiri Hilir. Metode yang digunakan dalam penelitain ini adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi, dan nilai tambah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) biaya total pada usaha pengolahan kopra putih sebesar Rp.36.458.737,50 per produksi, penerimaan sebesar 160.200.000,00 per produksi, dan keuntungan sebesar Rp.123.741.262,50 per produksi, (2) Nilai RCR sebesar 4,44 yang artinya usaha kopra putih efisien, (3) Nilai tambah pada usaha kopra putih sebesar Rp.10.560,85 per Kg.

Unstable coconut price cause farmers to do alternative business, namely processing coconut into derivative products such as white copra. This business to provide added value for farmers in Indragiri Hilir. The aims of this study were: (1) To determine the revenue and income of white copra business in Indragiri Hilir Regency. (2) To find out the level of business efficiency of white copra in Indragiri Hilir District. (3) To find out the added value of white copra business in Indragiri Hilir Regency. The method data analysis were analysis of costs, revenues, profits, efficiency, and added value. The results of this study show that: (1) The total cost in the white copra processing business is Rp.36.458.737,50 per production, the average revenue is Rp.160.200.000,00 per production, and the average profit in the white copra business is Rp.123.741.262,50 per production. (2) The RCR value is 4.44 which means the white copra business is efficient. (3) The added value in the white copra business is Rp.10.560,85 per Kg.

References

Arnita, 2017. Analisis Nilai Tambah Produk Turunan Kelapa Di Desa Mumpa Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir. Skripsi Faperta UNISI Tembilahan.

BPS Inhil. 2018. Indragiri Hilir Dalam Angka 2018. (Diakses pada tanggal 2 Januari 2021)

BPS Riau. 2019. Provinsi Riau Dalam Angka 2019. (Diakses pada tanggal 8 Februari 2021).

Dahar D., Maharani. 2018. Analisis Nilai Tambah Kopra Di Kecamatan Patilanggo Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Universitas Ichsan Gorontal. 12 : 34-35.

Erawan, 2008. Etnobotani Tanaman Kelapa di Desa Karang Wangi, Cianjur, Jawa Barat. Bandung

Hayami, Kawagoc, Marooka, Siregar. 1987. Agricultural Marketing and Processing In Upland Java. A Perspective From a Sunda Village, CGPRT. Bogor.

Hayami Y. 1987. Agriculture Marketing and Processing in Upland Java: A Prosfectif form A Sunda Village : Bogor

Husain. 2004. Ekonomi Pertanian. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Joesron, Tati Suhartati dan Fathorrozi. 2003. Teori Ekonomi Mikro Di Lengkapi Beberapa Bentuk Fungsi Produksi. Jakarta : Salemba Empat.

Leterulu, V. Thenu, W, F, S dan Leatemia, D, E. 2019. Diverifikasi dan Nilai Tambah Produk Kelapa (Cocos nucifera L.) di Desa Bebar Keecamatan Damer Kbupaten Maluku Barat Daya. Jurnal Prodi Agribisnis Universitas Pattimura. Ambon.

Lipsey et al, 1990. Pengantar Ilmu Ekonomi. Rineka Cipta. Jakarta

Mangunwidjaja. D. dan I. Sailah. 2009. Pengantar Teknologi Pertanian. Penebar Swadaya. Jakarta.

Mosher,AT. 1983. Pembangunan Pertanian. LP3S.Jakarta

Mubyarto, 1984. Ekonomi Pertanian. Cetakan Ke Enam. LP3S. Jakarta.

Published
2023-07-03