The Concept of ʿUbudiyyah from Ibn ʿAjibah’s Perspective: A Thematic Analysis of Bahr al-Madīd fī Tafsīr al-Qur’ān al-Majīd
DOI:
https://doi.org/10.32520/0dw4eb30Keywords:
ubudiyyah, Ibnu Ajibah, syariat hakikat.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta merumuskan konstruksi konseptual ubudiyyah dalam perspektif Ibnu Ajibah melalui karya tafsirnya, Bahr al-Madid fi Tafsir al-Qur’an al-Majid. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pemahaman ubudiyyah yang sering dibatasi pada aspek ritual formal, padahal dalam tradisi tafsir tasawuf konsep tersebut memiliki dimensi ontologis, spiritual, dan eksistensial yang lebih luas. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik berbasis tokoh terhadap QS. al-Fātiḥah: 5, QS. al-Dzāriyāt: 56, dan QS. al-An‘ām: 162–163. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ubudiyyah menurut Ibnu Ajibah merupakan tujuan utama penciptaan manusia sekaligus inti eksistensinya sebagai hamba. Penghambaan tidak hanya bermakna pelaksanaan ibadah lahiriah, tetapi mencakup kesadaran batin, ketundukan total, serta transformasi spiritual menuju ma‘rifat dan wuṣūl kepada Allah. Berdasarkan analisis terhadap ayat-ayat tersebut, konstruksi ubudiyyah dalam perspektif Ibnu Ajibah tersusun atas enam pilar utama: (1) ubudiyyah sebagai tujuan penciptaan manusia; (2) ubudiyyah: sukarela dan keterpaksaan; (3) integrasi syariat dan hakikat; (4) totalitas penyerahan hidup dan mati kepada Allah; (5) keikhlasan sebagai ruh dan inti ibadah; serta (6) penghambaan sebagai jalan menuju ma‘rifat dan realisasi tauhid secara eksistensial. Dengan demikian, ubudiyyah dipahami sebagai sistem penghambaan yang komprehensif dan integratif, yang menyatukan dimensi lahir dan batin dalam kesadaran tauhid yang utuh dan berkelanjutan.
References
Ajibah, A. ibn M. ibn. (2000). Bahr al-madīd fī tafsīr al-Qur’ān al-majīd (Vols. 1, 2, & 5). Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Bafadhol, I. (2023). Tujuan hidup dalam perspektif Al-Qur’an. Al Kasyaf, 2(1), 29.
Al-Ghazālī, A. Ḥ. (n.d.). Iḥyā’ ‘ulūm al-dīn (Vol. 1). Dār al-Ma‘rifah.
Al-Makkī, A. Ṭ. (n.d.). Qūt al-qulūb fī mu‘āmalat al-maḥbūb wa waṣf ṭarīq al-murīd ilā maqām al-tawḥīd (Vol. 1). Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Mirghānī, M. ‘U. (2023). Tāj al-tafāsīr li kalām al-malik al-kabīr. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Qusyayrī, A. al-Q. (1971). Al-risālah al-qusayriyyah. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Hamka. (1982). Tafsir al-Azhar. Pustaka Panji Mas.
Junus, I. (2013). Manusia menurut hidayah al-Qur’an. Medan Area University Press.
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Samsuri, S. (2020). Hakikat fitrah manusia dalam Islam. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 18(1), 88.
Sari, M., & Asmendri, A. (2020). Penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitian pendidikan IPA. Natural Science, 6(1), 41–53. https://doi.org/10.15548/nsc.v6i1.1555
Shihab, M. Q. (2008). Tafsir al-mishbah (Vol. 15). Lentera Hati.
Wijaya, A. (2015). Cara memahami maqashid al-syari’ah. Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, 4(2), 344–353.
Yani, M. (2021). Esensi ibadah dan pengamalannya perspektif hukum Islam. Jurnal Literasiologi, 7(1). https://doi.org/10.47783/literasiologi.v7i1.273
Yunus, M. (1990). Kamus Arab-Indonesia. Hidakarya Agung.
Zain, G. (2017). Memaknai pemikiran tentang rububiyah dan uluhiyah (Interpret thoughts about rububiyah and uluhiyah). 21(2), 83.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syahadah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Keislaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



