Analisis Willingness to Pay (WTP) Produk Ikan Kaleng di Pasar Tradisional dan Pasar Modern di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.32520/agribisnis.v15i2.5834Keywords:
ikan kaleng, pasar tradisional, pasar modern, regresi logistik, WTPAbstract
Ikan kaleng merupakan produk perikanan olahan yang memiliki daya simpan panjang dan banyak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk ikan kaleng, menganalisis Willingness to Pay (WTP) konsumen, serta mengetahui faktor yang memengaruhi WTP pada pasar tradisional dan pasar modern di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan pada 6 Februari – 10 Maret 2026 menggunakan metode survei. Responden dipilih melalui accidental sampling, terdiri atas 30 konsumen. Konsumen terdiri dari 15 orang dari Pasar Pagi Arengka sebagai pasar tradisional dan 15 orang dari Planet Swalayan dan Budiman Swalayan sebagai pasar modern. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, Contingent Valuation Method (CVM), uji Mann-Whitney U, dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar tradisional menyediakan 4 merek ikan kaleng, sedangkan pasar modern menyediakan 13 merek, dengan Mili menjadi merek yang paling banyak dikonsumsi. Rata-rata WTP sebesar Rp29.933 per kaleng pada pasar tradisional dan Rp34.867 pada pasar modern. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan WTP yang signifikan antar pasar (Sig. = 0,054 > 0,05). Regresi logistik menunjukkan bahwa pendapatan, kualitas produk, dan persepsi harga secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap WTP (Sig. = 0,002), sedangkan kualitas produk merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial (Sig. = 0,003)
Canned fish is a fishery product with a long shelf life and is widely consumed. This study aimed to identify canned fish products, analyze consumers’ Willingness to Pay (WTP), and determine factors influencing WTP in traditional and modern markets in Marpoyan Damai Subdistrict, Pekanbaru. The research was conducted in 6 February – 10 March 2026 using a survey method. Respondents were selected through accidental sampling, consisting of 30 consumers. The consumers comprised 15 from Pasar Pagi Arengka as traditional market and 15 from Planet Swalayan and Budiman Swalayan as modern markets. Data were analyzed using descriptive analysis, the Contingent Valuation Method (CVM), the Mann-Whitney U test, and binary logistic regression. The results showed that the traditional market offered 4 canned fish brands, while the modern market offered 13 brands, with Mili being the most consumed brand in markets. The average WTP was IDR 29,933 per can in the traditional market and IDR 34,867 in the modern market. The Mann-Whitney U test showed no significant difference in WTP between markets (Sig. = 0.054 > 0.05). Logistic regression showed that income, product quality, and price perception jointly affected WTP (Sig. = 0.002), while product quality was a significant partial factor (Sig. = 0.003)
References
Arimurti, N. H., Sularso, K. E., & Hartati, A. (2021). Kesediaan membayar (Willingness to Pay) Beras Organik di Kabupaten Banyumas dan faktor yang mempengaruhinya. Forum Agribisnis, 11(1), 75–89.
Aufanada, V., Ekowati, T., & Prastiwi, W. D. (2017). Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Konsumen terhadap Produk Sayur Organik di Pasar Modern Jakarta Selatan. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 3(2), 1-18.
Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. (2024). Kota Pekanbaru dalam Angka 2024. Pekanbaru: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. (2025). Kota Pekanbaru dalam Angka 2025. Pekanbaru: Badan Pusat Statistik.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Kementerian Kelautan dan Perikanan, (2024). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Tahun 2024. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Maulana, S., Dawam, A., & Septiana, A. (2022). Perbandingan Konsumtif Ibu Rumah Tangga terhadap Minat Berbelanja antara Pasar Tradisional dan Modern Selama Pandemi. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 14(1), 175-181.
Noventy, B. D., Prasmatiwi, F. E., & Situmorang, S. (2023). Pola Konsumsi dan Kepuasan Konsumen Ikan Kaleng Pada Tingkat Rumah Tangga di Pasar Tradisional Bandar Lampung. Agroinfo Galuh, 10(2), 1455-1466.
Priambodo, L. H., & Najib, M. (2014). Analisis kesediaan membayar (willingness to pay) Sayuran Organik dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 5(1), 1-14.
Syahnia, W., Relawati, R., & Mazwan, M. Z. (2025). Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesediaan Membayar Konsumen Produk Fruit Leather Stroberi. Jurnal Agribisnis Terpadu, 18(2), 73-96.
Yuliasma, F., Warningsih, T., & Darwis, A. N. (2020). Analisis Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Konsumen terhadap Pembelian Asam Pedas Ikan Patin di Rumah Makan Pondok Gurih, Pekanbaru. ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal), 8(1), 82-96.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL AGRIBISNIS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






