TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI SAGU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA TANJUNG PERANAP KECAMATAN TEBING TINGGI BARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

  • Ahmad Riandi Saputra Afrinaldi Universitas Riau
  • Suardi Tarumun Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Riau
  • Didi Muwardi Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Riau
Keywords: empowerment level, local wisdom, sago

Abstract

Peran kearifan lokal dalam budidaya tanaman sagu sangat perlu diperhatikan untuk menjaga ekosistem tanah gambut. Kearifan lokal juga berperan dalam keberdayaan masyarakat sehingga mampu membantu perkonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui tingkat keberdayaan petani sagu di Tanjung Peranap dan 2) peran kearifan lokal pada usahatani sagu. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini menggunakan metode survey, sampel dalam penelitian diambil dengan metode purposive sampling dan alat analisis menggunakan skala likert dan analisis deskriptif. Tingkat keberdayaan petani berada pada kategori cukup berdaya dengan rata-rata nilai index 40,44%. Tingkat keberdayaan ini dilihat dari aspek keberdayaan sumberdaya manusia, ekonomi produktif dan kelembagaan. Peran kearifan lokal dalam kategori berperan dengan rata-rata nilai index 69,60%. Peran kearifan lokal dilihat dari lima aspek yaitu pengetahuan lokal, nilai lokal, keterampilan lokal,  sumber daya lokal dan mekanisme pengambilan keputusan lokal. Kearifan lokal ini mampu mempertahankan kelestarian sumber daya alam yang ada di Desa Tanjung Peranap.

The role of local wisdom in SAGO cultivation needs to be considered to maintain the peat ecosystem. Local wisdom also plays a role in community empowerment so that it can help the community economy. This study aims to: 1) Determine the level of empowerment of sago farmers in Tanjung Peranap and 2) the role of local wisdom in SAGO farming. This research was conducted in Tanjung Peranap Village, Tebing Tinggi Barat District, Meranti Islands regency. This study uses survey method, samples in the study were taken by purposive sampling method and analysis tools using likert scale and descriptive analysis. The level of empowerment of farmers is in the category of quite empowered with an average index value of 40.44%. The level of empowerment is seen from the aspect of Human Resource empowerment, productive economy and institutional. The role of local wisdom in the category of role with an average index value of 69.60%. The role of local wisdom is seen from five aspects, namely local knowledge, local values, local skills, local resources and local decision-making mechanisms. This local wisdom is able to maintain the preservation of Natural Resources in Tanjung Peranap Village.

 

References

Aulia, Tia Oktaviani Sumarna, and Arya Hadi Dharmawan. 2010. “Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Sumberdaya Air Di Kampung Kuta.” Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia 4(3): 345–55.

Bintoro, H M H, H M Purwanto, and Shandra Amarillis. 2010. “Sagu Di Lahan Gambut.”

Faqih, Achmad. 2016. “Peranan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dalam Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Terhadap Kinerja Kelompok Tani.” Agrijati Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian 26(1).

Ife, Jim. 2002. “Human Rights, Global Citizenship and Community Development.” Canadian Review of Social Policy (49/50): 233–39.

Maharianto, Dwi. 2007. “Diversifikasi Tanaman Pangan Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kasus Di Desa Begadung Kecamatan Nganjuk).”

Mardikanto, Totok, and Poerwoko Soebiato. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik.”

Muwardi, Didi, Kausar Kausar, Ahmad Rifai, and Eva Kristi. 2020. “ANALISIS MODAL SOSIAL PADA KELOMPOKTANI PADI DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR.” Prosiding Webminar Nasional Series Sistem Pertanian Terpadu Dalam Pemberdayaan Terpadu Dalam Pemberdayaan Petani Di Era New Normal: 341–48.

Rasidy, Ayub. 2020. “IS INTELLECTUAL CAPITAL ENHANCING THE FINANCIAL PERFORMANCE OF BUM DESA? CASE STUDY IN TAMBANG SUB-DISTRICT, KAMPAR DISTRICT, RIAU PROVINCE.” Jurnal Agribisnis 22(2): 244–54.

Ratna, Nyoman Kutha. 2014. Peranan Karya Sastra, Seni, Dan Budaya Dalam Pendidikan Karakter. Pustaka Pelajar.

Rosnita, Rosnita, Kausar Kausar, et al. “Hubungan Keberdayaan Petani Dengan Kemandirian Petani Petani Sagu Di Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti.”

Rosnita, Rosnita, Susy Edwina, et al. “Tingkat Keberdayaan Ekonomi Rumahtangga Pengrajin Agroindustri Keripik Nenas Di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.”

Sayamar, Eri. 2014. “Analisis Kearifan Masyarakat Dalam Lingkungan Pertanian Di Kecamatan Kampar Timur Kabupaten Kampar.” Universitas Riau, Pekanbaru.

Suastika, I Wayan, and Supiandi Sabiham. 2006. “Pengaruh Pencampuran Tanah Mineral Berpirit Pada Tanah Gambut Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi.” Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia 8(2): 99–109.

Sutoro, Eko. 2002. “Pemberdayaan Masyarakat Desa.” Materi Diklat Pemberdayaan Masyarakat Desa, yang diselenggarakan Badan Diklat Provinsi Kaltim, Samarinda.

TKP, K P K. 2004. “Dokumentasi Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.” Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Jakarta.

Wahyu, Wahyu, and Nasrullah Nasrullah. 2012. “Malacak, Manatak, Maimbul: Kearifan Lokal Petani Dayak Bakumpai Dalam Pengelolaan Padi Di Lahan Rawa Pasang Surut.” Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture 4(1): 168895.

Published
2022-11-23