PENGARUH CAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN ABU ARANG TEMPURUNG SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON

  • Agung Prayogi
Keywords: Concrete, shell charcoal ash, Husk ash, compressive strength, fine aggregate

Abstract

Abstract

Concrete is the most widely used material throughout the world and innovations continue to be carried out to produce efficient development. Shell charcoal ash and rice husk ash are industrial by-products which have the potential to replace sand for concrete mix, especially in Indragiri Hilir. The research with the title "Effect of Mixture of Rice Husk Ash and Shell Ash Ashes as Substitute for Some Fine Aggregates Against Concrete Compressive Strength" aims to prove the effect of a mixture of shell charcoal ash and husk ash to replace some of the sand to produce maximum compressive strength.

Concrete is a mixture of Portland cement, fine aggregate, coarse aggregate, and water. This research uses 5 variations of the mixture to the weight of sand, BSA 0 without a substitute mixture, BSA 1 with a mixture of 5% husk ash and 10% shell charcoal, BSA 2 with a mixture of 5% husk ash and 15% charcoal ash, BSA 3 with a mixture of 5% husk ash and 18% charcoal, BSA 4 with a mixture of 10% husk and 10% charcoal, and BSA 5 with a mixture of 13% husk ash and 10% charcoal ash. SNI method is used for the Job Mix Formula (JMF) mixture in this research.

The results of the average compressive strength of concrete at 28 days for JMF of 21.05 MPa, BSA 1 of 23.68 MPa, BSA 2 of 22.23 MPa, BSA 3 of 14.39 MPa, BSA 4 of 13.34 MPa , and BSA 5 of 20.14 MPa. The conclusion drawn from the results of the BSA 1 research with a mixture of 5% husk ash and 15% charcoal ash produced the highest average compressive strength of 23.68 MPa.

Abstrak

Beton merupakan material paling banyak digunakan diseluruh dunia dan terus dilakukan inovasi untuk menghasilkan pembangunan yang efisien. Abu arang tempurung dan abu sekam padi merupakan hasil sampingan industri yang berpotensi sebagai pengganti pasir untuk campuran beton, khususnya di Indragiri Hilir. Penelitian dengan judul “Pengaruh Campuran Abu Sekam Padi dan Abu Arang Tempurung Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton” ini bertujuan membuktikan adanya pengaruh campuran abu arang tempurung dan abu sekam untuk mengganti sebagian pasir hingga menghasilkan kuat tekan maksimum.

Beton adalah campuran antara semen portland, agregat halus, agregat kasar, dan air. Penelitian ini menggunakan 5 variasi campuran terhadap berat pasir, BSA 0 tanpa campuran pengganti, BSA 1 dengan campuran 5 % abu sekam dan 10% arang tempurung, BSA 2 dengan campuran 5% abu sekam dan 15% abu arang, BSA 3 dengan campuran 5% abu sekam dan 18% arang, BSA 4 dengan campuran 10% sekam dan 10% arang, dan BSA 5 dengan campuran 13% abu sekam dan 10% abu arang. Metode SNI digunakan untuk campuran Job Mix Formula (JMF)  pada penelitian ini.

Hasil rata-rata kuat tekan beton pada umur 28 hari untuk JMF sebesar 21,05 MPa, BSA 1 sebesar 23,68 MPa, BSA 2 sebesar 22,23 MPa, BSA 3 sebesar 14,39 MPa, BSA 4 sebesar 13,34 MPa, dan BSA 5 Sebesar 20,14 MPa. Ditarik kesimpulan dari hasil penelitian BSA 1 dengan campuran 5% abu sekam dan 15% abu arang menghasilkan rata-rata kuat tekan tertinggi yaitu sebesar 23,68 MPa.

 

Published
2021-02-09