Pemilihan Bibit Kelapa Menggunakan Metode Nearest Mean Classifier Untuk Masyarakat Petani Kelapa Di Kabupaten Indragiri Hilir

  • Muh. Rasyid Ridha Universitas Islam Indragiri
  • Fitri Yunita Universitas Islam Indragiri

Abstract

Kelapa yang merupakan tanaman tahunan yang baru bisa berproduksi setelah berumum lebih kurang lima tahun, oleh karenanya harus dibuat rencana yang matang terkait pemilihan bahan tanam atau bibit kelapa untuk menghindari kerugian baik materiil ataupun waktu. Kesalahan dalam pemilihan bibit dapat menjadikan tanaman kelapa tidak mampu berproduksi secara optimal, walaupun sudah diperlakukan dengan standar operasional teknis budidaya yang tepat. Target khusus dalam penelitian ini yaitu menyusun sistem klasifikasi bibit kelapa menggunakan Nearest Mean Classifier (NMC) Method, klasifikasi bibit kelapa dibentuk kedalam kelas grade A, grade B dan, grade C. Hasil klasifkasi sistem  10 x 10 – fold crossvalidation pada masing-masing katagori kualitas bibit kelapa yaitu: Grade  A (80-85 %) dihasilkan ketelitian rata-rata 56,791 % dengan simpangan baku 12,05715 %. Grade B (70-75 %) rata-rata dihasilkan ketelitian 52,525 % dengan simpangan baku 7,481074 %. Grade C (60-65 %) rata-rata dihasilkan ketelitian 62,002 % dengan simpangan baku 16,36763 %. Dapat dinyatakan bahwa Grade C yang memiliki persentase tertinggi dengan jarak 0,379% dan prosentase kemiripan 62 %. Hasil akhir evaluasi dari data eksperimen secara global, memiliki ketelitian rata-rata 86.67 %. Untuk mendapatkan persentase kemiripan yang tinggi harus dilakukan data latih yang banyak terhadap sistem klasifikasi kualitas bibit kelapa.

 

Kata Kunci – Bibit Kelapa, Nearest Mean Classifier, Indragiri Hilir

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Muh. Rasyid Ridha, Universitas Islam Indragiri

Sistem Informasi, FTIK

Published
2020-12-17
How to Cite
Ridha, M. R., & Yunita, F. (2020). Pemilihan Bibit Kelapa Menggunakan Metode Nearest Mean Classifier Untuk Masyarakat Petani Kelapa Di Kabupaten Indragiri Hilir. JURNAL PERANGKAT LUNAK, 2(3), 101-114. https://doi.org/10.32520/jupel.v2i3.1306